Penggunaan Tulisan Jawi

Setelah melihat komen-komen berkaitan isu perletakan Papan Tanda di tembok utama Penang Free School, timbul rasa sedih dan kecewa. Komen-komen adalah dari blog dan juga di seluruh laman web yang lain termasuk Facebook. Antara komen-komen (sekadar memetik) berikut ialah:
Kepada mereka yang tidak pernah bersekolah di sini, sudah tentu akan ada satu kekeliruan atau paranoia apabila melihat tulisan jawi terpampang di pintu pagar sekolah. Untuk pengetahuan, tiada pelajar yang dipaksa untuk belajar tulisan jawi termasuk Pelajar Islam sendiri. Tulisan jawi merupakan satu kebanggaan kepada mereka yang tahu membaca dan menulisnya.
5 consecutive muslim principals and there you go with ‘jawi’. - from here
You guys noticed a big Arabic sign has been put up at the main school entrance? The present HM is attempting to Arabicise the school and alter its character. Should we start a strong petiton and protest and get the sign down? Any ideas? We need to collectively put a stop to this. - SH Tan
Why is this group distinguish itself as abroad/overseas group? x-PFS always x-PFS regardless of location. ;-) - Joe Chin
Kepada mereka yang belum tahu ataupun masih 'membutakan mata' mereka dengan sejarah, sudah tentu perkara ini terus dihentam tanpa usul periksa.
Penggunaan tulisan jawi menerima pengaruh Arab yang besar dari segi penggunaan huruf-hurufnya dan kenyataan yang dibuat di blog-blog lain tentang kaitannya dengan Al-Quran adalah sedikit tersasar. Banyak tulisan jawi tidak terdapat di dalam Al-Quran dan yang tidak terdapat di dalam Al-Quran adalah untuk menyesuaikan sebutannya dengan pertuturan.Kepada mereka yang masih bebal tentang penggunaan tulisan jawi, sila ke sini untuk membaca sedikit penerangan ringkas tentangnya tanpa membuka buku-buku sejarah yang tebal.
Rujukan Lain:
artikel asal di siniUnfree Penang Free School
by Allen Chee
I am your blog’s regular reader and an active follower of the Malaysian Politics.
Today I read your assertions on the various dysfunctional measures which the Government have undertaken that promotes racial polarisation and intolerance amongst the different races in Malaysia. I would like to point to Saudara Lim to a particular matter which I have taken a personal interest.
I believe Saudara Lim would know that the oldest school in Malaysia is Penang Free School. I am from this school and I am very proud to be associated with this school as an ex-student.
However the impression of Penang Free School being a premier school started to change over the past decade where efforts are covertly undertaken to islamize the school. The changes, have effectively change the landscape of education in the school with more islamic activities being conducted and so on and so forth.
I heard from anxious parents and ex-frees about all these and to be honest, I felt rather helpless on how to stop this from happening as technically speaking it is not legally wrong but perhaps only morally wrong.
The last straw for me, however was when I saw a two new signages being installed at the main entrance of Penang Free School, one on the left and one on the right. One is in English, and the other is Jawi. The one in Jawi is totally written in Jawi except for the name Syed AIdid Murtaza whom I think is the person donating this signage.
The question is..why?? Penang Free is not a islamic school. It is a premier secular school with proud traditions. Further, why Jawi?, aren’t we suppose to use Bahasa Malaysia??
The last time I check and maybe Saudara Lim could correct me if I am wrong, Bahasa Malaysia IS the national language. Jawi is just the language being used on the Al-Quran. Most of the people in Penang would not be able to read that signage.
I took up the matter as I felt it is the right thing to do. Now it has become a personal crusade of some sorts. I am not letting up on this, and I hope Saudara Lim can take the matter as well.
I have called upon the office of Deputy Minister of Education Dato’ Hon Choon Kim and spoken to his PA. He said he will inform the Minister. Then I manage to speak to Mr Rajen, the assistant for Miss Kumala Dewi (parliamentary Secratery for the Ministry of Education) and he said he will look into the matter.
I have tried calling the Chief Minister of Penang TanSri Koh, and managed to speak to Mark Ooi who is TanSri Koh’s PA. He said he will inform the CM.
I have tried calling Penang Free’s principal, but he is on holiday till 26th. I managed to speak to the senior assistants and they refused to comment. I have spoken to Old Frees Association of KL and Penang, and they sounded weak. I called the Pengarah of State Education Department, and he sounded irritated though he said he’ll check.
I’ve called YB Toh Kin Woon as he is the Exco for Education for Penang, and he said he’ll take up the matter as he said he felt strongly on this issue. I have tried calling Syed Aidid Murtaza whom I believe but without any proof donated the signage and left my number with the secretary, he did not call back.




salam. saya sedih dengan komen2 dari orang2 yang kononnya terpelajar. tapi menggunakan perkataan2 yang kesat dan pelbagai caci maki dilemparkan semata2 kerana sebuah pagar yang di tulis dalam tulisan jawi. yang menyedih kan apa bila orang melayu menyokong kata2 tomahan orang2 ini. tidak salah menggunakan tulisan jawi, sedangkan perkataan2 tersebut ditulis dalam bahasa melayu. sedangkan orang2 terdahulu pun belajar menggunakan tulisan jawi. bagi saya sebelah kiri pagar sudah ditulis dengan tulisan rumi, dan disebelah kanan dengan tulisan jawi. mungkin satu hari akan ditambah dengan bahasa cina dan tamil juga, cuma bukan sekarang. sekolah tetap sekolah yang sama, apa yg membezakan ialah sikap pelajar2 dan bekas pelajar itu sendiri, bukan pagar sekolah yang menentukan. saya malu dengan pelajar pfs yg dididik sempurna oleh guru2, tapi tidak memahami apa maksud hormat menghormati sesama kaum. pagar dengan tulisan jawi bukan bermakna nk menjadikan skolah kita sebagai sebuah sekolah agama. belajar pandai2, cuba guna akal dan ilmu yang diajar. dan cuba fikir anda sedang di negara mana? bukan Singapura!!!
- ridzwan (2000)
Tak ramailah Old Boys MELAYU yang ambil berat dalam isu nie. Esok satu hari Orang Melayu akan bertuankan Bangsa Asing sebagai ketua. Jgn jadikan kita "Palestine, pelarian di Negeri sendiri).
"This entry was posted on Saturday, 22 December 2007, 7:43 am" Merujuk pada blog Lim Kit Siang.
Mungkin artikel ini agak terlewat disiarkan di sini. Diharap isu/perkara ini sudah selesai dengan cara yang baik.
Jika belum selesai, juga diharap ia akan dapat diselesaikan dengan cara yg baik dan berhikmah. Adakan perbincangan serta rundingan dengan pihak yg terbabit dan berkaitan secara langsung atau tidak langsung. Jangan dikeruhkan lagi keadaan yg sedia keruh.
InsyaAllah, dengan penjelasan dan penerangan secara jelas dan terperinci, isu yg kecil ini dapat diselesaikan serta memuaskan hati semua pihak.
Sebagai warga Muslim, kita perlu memberi penjelasan dan penerangan mengenai agama Islam, hukum2 dan undang2 Islam kepada non-muslim. Pada saya, sekarang ini masih terlalu kurang atau jarang program berkaitan diadakan.
Wassalam
Salam Saudara Zack1996
Walaupun terlewat, tiada tindakan dari pihak lain untuk mempertahankan PFS dalam soal ini.
Dan untuk pengetahuan saudara juga. Walaupun terlewat, artikel berkenaan masih berada di situ dan semua orang masih boleh membaca, memberi komen dan semestinya telah tersenarai di dalam web crawler engine.
itulah internet.
Politik akan menggunakan apa saja isu untuk menaikkan diri sendiri.
salam,
Mus Y2K
Assalamualaikum Tuan tuan semua.
Usah khuatir bahawa tidak ada sesiapa yang diluar dari Old Frees Muslim Association tampil kemuka mempertahankan kedaulatan Tulisan Jawi yang dipertikaikan oleh segelintir pencari kesalahan tegar didalam negara kita ini.
Saya selaku seorang penulis blog disini telah bersuara mendedahkan kemelut yang ditimbulkan oleh pihak pihak yang berkepentingan seperti Lim Kit Siang dan Putera MIC didalam blog saya disini : http://mahaguru58.blogspot.com/2009/11/isu-papantanda-jawi-penang-free-school.html
Tuan tuan tidak bersendirian.
Tuan tuan hanya perlu meminta bantuan dari kami yang prihatin tentang isu isu seperti ini dan Insya Allah, kami akan menghubungi rangkaian perhubungan kami yang merangkumi seluruh negara dan rantau Asia mahupun antarabangsa.
Pokoknya adalah usaha dan inisiatif dari tuan tuan sendiri.
Setakat saya serta rakan taulan rangkaian bloggers seMalaysia, tidak ada sebarang halangan untuk membantu OFMA!
Insya Allah!
016-3969881
mahaguru58@gmail.com
Salam tuan mahaguru.
Terima kasih atas respon.
tak sangka alma matter ku menjadi medan pentas percanggahan politik...
You all are bloody racist bigots that should make Afghanistan your home rather than Penang. All you pig-fuckers care about is the purported supremacy of your pathetic race. The British should have done to you what the Spanish did to the Filipino sultanates - convert all of you out from that pagan religion of yours!
@anonymous 6.05 PM
too scared to expose your identity?
one answer 4 u all... 1Malaysia!!!..either u i or out....duhh!!!!!
@anonymous 6.05 PM
Comments and thoughts like these are best kept to yourself, my uncivilized friend..
Jawi has nothing to do with religion but culture. There is nothing wrong writing with Jawi. People back then were better in Jawi because not all are used to Rumi/Roman alphabet. Time has changed.
Anyway, the idea to put up 2 walls is rather messy and wrecked the heritage beauty of our school. It's a shame.
FELECEH,
A'kum , Terimalah seadanya .. masa kini bulan lagi zaman kolonial yang mana semua mesti ikut telunjuk barat.. apa salahnya dengan tulisan jawi.... apa salahnya tulisan yang bunyi dan maknanya sama dengan tulisan rumi... saya pasti ramai kalangan anda yang mengaku terpelajar tetapi menganggap anda non bumi dan bukan satu malaysia... hei come on man! U sendiri buat u rasa begitu. bangun dan sedarlah anda suka atau tidak you're still in Malaysia , cari makan kat malaysia ,ini perkara kecil apa mahu bising2 . Kalau rasa nak masuk sekolah balik mai la toksah bising2...betul tak . Support the school bukan nak buat cheap publisiti... Kalau i jadi insan yang dok bising tentang perkara2 remeh ni ... suruh depa masuk bertanding atau jadilah sebahagian daripada board of director sekolah.. boleh la cakap banyak2,
Betapa buta sejarahnya pelajar itu. Lebih parah lagi sebagai warga yang mengaku rakyat Malaysia tetapi masih lagi tidak mengutamakan bahasa dan warisan kebangsaan negaranya sendiri. Sewajar dan manisnya kalau orang Malaysia tahu berbahasa Malaysia.